Ubuntu Desktop

>> Jumat, 24 Oktober 2008

DESKTOP UBUNTU
(from ugos by mrpon)

Panduan ini dapat diimplementasi pada Ubuntu Feisty, Gutsy, dan Hardy (Harap menyesuaikan dengan kondisi sistem yang anda gunakan ) Berbagai distro Linux dan panduan dekstop, panduan system admin, dan panduan OpenOffice.org yang dapat di download gratis melalui website

Memulai Desktop
Setelah login, anda akan melihat tampilan desktop. Beberapa bagian pada Gnome yang harus anda kenali adalah:

Icon Dekstop
Standar dekstop icon pada tampilan Ugos menampilkan Computer, Home, Trash dan iconicon
aplikasi. Pada desktop icon computer, ketika anda klik akan mengarah keseluruh partisi dan device data yang terdapat didalam komputer tersebut. Sedangkan ketika pada icon home, ketika anda klik akan mengarahkan kedalam folder data user anda. Sedangkan pada icon trash, ketika anda klik akan mengarahkan nautilus pada folder tong sampah untuk user anda.
lebih detil bisa down load disini......

Read more...

Teknik Multimedia

>> Sabtu, 18 Oktober 2008

Pengertian Multimedia
ISO 14915 (2001) mendefinisikan multimedia sebagai"user interfaces that integrate and synchronise different media (static media such as text, graphs and images; and dynamic media such as audio, animation and video)"
Dalam design guide INUSE, European Usability Support Centres (1997) multimedia
didefinisikan sebagai"The use of different input devices and different media, both time dependent (sound, music, voice, video) and time independent (graphics, text) in a system or service (Clarke, 1992). A multimedia system or service may therefore include a combination of text, still images, graphics, video animation, sound and speech as output media. To interact with these elements, the user may use a mouse, tracker ball, joystick, touch screen, pen, stylus, keyboard or speech for input"
Jones (2003)
melihat multimedia sebagai "The integration of multiple media forms, including text, music, spoken words, video, illustrated graphics, and still photographs, to communicate unified messages that, ideally at least, are also interactive" (p.329) Baginya multimedia digital menjadi "hypermedia" disebabkan "hiperteks" , "hypertext linkages" yang menonjol kegunaannya bersama perkembangan Internet.

"Multimedia adalah penggunaan PC untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi."

"Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, video dan animasi."

"Multimedia dapat diartikan sebagai penyatuan berbagai media teknologi untuk kepentingan hiburan, publikasi, komunikasi, promosi dan lainnya."
wikipedia menjelaskan adalah Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
(
Rosch, 1996)
Kombinasi dari komputer dan video
(
McComick,1996)
Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks
(
Turban & friend, 2002)
Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambarRobin dan Linda, 2001Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
(Hofstetter, 2001)
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.

Dix (1993)
mendefinisikan multimedia menurut perkembangan teknologinya. perkembangan multimedia digolong dalam dua konsep yang saling interaksi antara sistems "multi-modal" dan "multi-media". Dix menilai perkembangan melalui sistem interaktif, mulai dengan adanya keyboard, mouse sebagai penunjuk, layar dan output suara yang terbatas. Dengan kata lain, apabila perkembangan sistem menjadi semakin canggih oleh "multiple communication channels" yang tereksekusi serentak, maka muncullah apa yang dinamakan sebagai multi-media sistem. Sistem ini menggunakan pelbagai media untuk komunikasi dan menyampaikan pelengkap dan tambahan melalui saluran input atau output.

Multimedia pada umumnya dipahami sebagai suatu fasilitas atau tingkat pencapaian teknologi pada Personal komputer (PC). Sebuah PC multimedia dilengkapi dengan berbagai media tambahan atau interface sehingga PC tersebut memiliki kemampuan tidak hanya menampilkan teks atau gambar saja tetapi juga suara dan gambar bergerak (video/animasi) serta mampu melakukan komunikasi dengan PC atau media yang lain.
Dari penjelasan tentang pengertian multimedia yang banyak dipahami secara umum :"Multimedia adalah penggunaan PC untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.""Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, video dan animasi.""Multimedia dapat diartikan sebagai penyatuan berbagai media teknologi untuk kepentingan hiburan, publikasi, komunikasi, promosi dan lainnya."

Bagi Cawkell (1996)
"the processing and presentation of information in two or more media", so computers which are capable of handling text and simple graphics, could be called "multi-media computers" many extra attributes have been developed that the word now usually means the processing and presentation of at least text, graphics, and pictures, if not animation and motion video, usually in colour with sound. many systems and activities including hypertext, image processing, compression systems, colour electronics, input technologies like scanners, cameras, and picture frame grabbers, output technologies such as displays and reprography, transmission systems, Virtual Reality, and visualization.
Compact Disk media and techniques, electronic books and journals, and videoconferencing are multimedia, as are computer games and home shopping
Definisi lain dari multimedia yaitu dengan menempatkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hoftsteter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia.
  1. Komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita.
  2. Link yang menghubungkan kita dengan informasi.
  3. Alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung.
  4. Multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide kita sendiri. Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya jika tidak ada komputer untuk berinteraksi maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Jika tidak ada link yang menghadirkan sebuah struktur dan dimensi, maka namanya rak buku, bukan multimedia. Kalau tidak ada navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi, bukan multimedia. Dari definisi diatas, maka multimedia ada yang online (internet) dan multimedia yang offline (tradisional).

Read more...

Pembentukan TC di Jatim II

>> Selasa, 30 September 2008

Masa bakti pengelola Masa bakti pengelola ditentukan oleh mekanisme internal telecenter yang telah menjadi kesepakatan bersama secara tertulis antara pengelola telecenter dan tim pembina setempat dengan memperhatikan pertimbangan pemerintah Daerah. Dalam hal pemberhentian Tim Pengelola sebelum habis masa baktinya, Ketua Tim pengarah tidak dapat memberhentikan Tim pengelola secara sepihak, melainkan harus melalui musyawarah antara Tim Pengarah tingkat desa dan Tim Pembina Tingkat Kabupaten/Kota. ( dewan pembina tidak dapat memberhentikan tim pengelola secara sepihak, melainkan harus melalui musyawarah dan berdasarkan evaluasi kinerja pengelola ) C. Aspek Penganggaran · Sumber Pendanaan Sumber pendanaan dalam pengelolaan dan pengembangan telecenter dapat diperoleh dari Bantuan pemerintah dan atau sumbangan dari pihak swasta yang tidak mengikat serta dari usaha produktif yang tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku. · Teknis Pengelolaan Keuangan Setiap penerimaan dan pengeluaran keuangan agar dibukukan dengan menggunakan sistem pembukuan aliran kas yang didalamnya mencakup Buku Kas Umum (BKU) sebagaimana format berikut: · Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan disusun setiap bulan dan disampaikan kepada manajer dan setiap tiga bulan disusun laporan konsolidasi yang merupakan rekapitulasi dari pembiayaan kegiatan selama tiga bulan dengan tetap mencantumkan kondisi terakhir dari laporan konsolidasi tibulan sebelumnya. Laporan Konsolidasi disampaikan kepada siapapun yang mempunyai kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan telecenter. BUKU KAS UMUM TELECENTER : BULAN : TAHUN ANGGARAN : No Urut Tanggal Kode Uraian Penerimaan Pengeluaran 1 2 3 4 5 6 Jumlah bulan ini Jumlah s/d bulan yang lalu Jumlah s/d bulan ini Sisa Pada hari ini tanggal ............ oleh kami didapat kas Rp. ....................... (dengan huruf ...................) Mengetahui Surabaya, ............................... Manajer Telecenter Bendahara Telecenter (....................................) (....................................) Kodefikasi Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan Telecenter: 01. Pendapatan 01.1 Penerimaan Biaya Browsing 01.2 Penerimaan Biaya kursus 01.3 Penerimaan biaya sewa peralatan 01.4 Penerimaan biaya jasa pengetikan/prosesing komputer 01.5 Penerimaan biaya jasa promosi 01.6 Dan seterusnya 01.7 01.8 Penerimaan Lain-lain 02. Pengeluaran 02.1 ATK 02.2 Fotocopy 02.3 Makan Minum 02.4 Alat Kebersihan kantor 02.5 Biaya listrik 02.6 Biaya telpon 02.7 Biaya Air 07.8 Biaya Perjalanan Dinas 07.9. Biaya lain-lain D. Mekanisme Pengelolaan · Perencanaan Pembangunan Telecenter di Jawa Timur, dilaksanakan dengan beberapa cara yakni: dengan cara kerjasama (sharing) antara Pemerintah Propinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota atau dilaksanakan oleh lembaga non pemerintah. Dalam hal pembangunan telecenter dengan cara kerjasama antara Pemerintah Propinsi dengan Kabupaten/Kota dilengkapi dengan kesepakatan (MoU) kerjasama. Pemerintah Kabupaten/Kota memilih dan menyiapkan tempat, sedangkan Pemerintah Propinsi memberikan stimulan berupa perangkat kelengkapan telecenter dan pembinaan teknis pengelolaan serta dukungan biaya operasional untuk jangka waktu tertentu. Pembagian hak dan kewajiban antara pemerintah Propinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya dituangkan dalam kesepakatan kerjasama. · Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pengelolaan telecenter pada tahap lanjut secara bertahap akan diserahkan sepenuhnya kepada pengelola untuk mengusahakan agar telecenter mampu memberdayakan dirinya sendiri dan memberdayakan masyarakat. Pada tahapan ini Pemerintah baik di tingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota akan berperan sebagai pembina yang dapat memberikan bimbingan teknis, memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM para pengelola telecenter melalui lokakarya, rapat koordinasi, workshop dan lainnya. · Pelaporan Pengelola Telecenter, setiap bulan membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan kemudian menyampaikan laporan kepada semua pihak yang berhak menerima laporan TC . Isi laporan meliputi: jenis kegiatan, tanggal dan tempat dilaksanakan, tujuan, pelaku dan hasil pelaksanaan kegiatan sebagaimana format laporan berikut. Laporan dapat disampaikan melalui surat elektronik atau media lainnya termasuk dalam bentuk hardcopy. LAPORAN KEGIATAN TELECENTER ............... Bulan : .............................. NO HARI/TGL JENIS KEGIATAN TUJUAN PELAKU TEMPAT HASIL KET Manajer Telecenter …………… ................................................... E. Pedoman Operasional Telecenter dalam perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kondisi dan karakter masyarakat, serta sumberdaya potensial diwilayah yang dilayani. Oleh karena itu dalam operasionalnya tidak dapat disamaratakan dan atau diseragamkan melainkan perlu diberikan peluang untuk berkembang secara spesifik menurut kecenderungannya. Untuk mewadahi kekhasan dari masing-masing telecenter dalam melaksanakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya, masing-masing telecenter diwajibkan menyusun pedoman operasional telecenter yang merupakan ketentuan lebih rinci dan teknis dari pedoman umum ini. Pedoman operasional merupakan penjelasan teknis dari ketentuan-ketentuan pada pedoman umum yang masih bersifat umum menjadi lebih teknis. Dengan demikian, pedoman operasional harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan pedoman umum.

Read more...

Pedoman umum pembentukan Telecenter di Jawa Timur

Pedoman Umum
Pembangunan dan pengelolaan Telecenter di Jawa Timur

A. Gambaran Umum Telecenter
Mayoritas penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan, hampir separuh dari mereka hidup dibawah garis kemiskinan. Jawa Timur yang berdasarkan pendataan BPS tahun 2001 berpenduduk 34,76 juta jiwa, sekitar 21% diantaranya yakni sekitar 7,26 juta jiwa tergolong dalam kategori miskin. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengurangan angka kemiskinan ini, namun kemiskinan bukanlah permasalahan linier yang dapat diselesaikan dengan tindakan tunggal melainkan menyangkut multi sektoral yang membutuhkan upaya terpadu. Upaya Pemerintah dan masyarakat dalam penanganan kemiskinan, hasilnya memang tidak dapat terlihat secara cepat. Namun setelah sekian tahun upaya itu dilaksanakan, mulai tampak ada penurunan yakni pada tahun 2004 angka kemiskinan di Jawa Timur turun menjadi 6,9 juta atau sekitar 19%.
Pengalaman beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa peningkatan terhadap akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat memungkinkan mereka untuk dapat meningkatkan pendapatannya. Hal ini tentu akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya pengurangan kemiskinan. Namun demikian konsep pembangunan masyarakat apalagi masyarakat miskin dengan memanfaatkan penyebarluasan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia belum diterima luas. Hal ini terbukti dengan masih sangat sedikitnya inisiatif penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi dan komunikasi yang telah diakui sementara ini menjadi motor penggerak kemajuan dalam segala bidang, tidak selamanya menjadi milik kelompok masyarakat kota yang maju dan kaya. Teknologi tetap saja netral dan tidak berpihak. Tinggal dimana dia ditempatkan disitulah dia akan berkiprah sesuai dengan kaidah alaminya (sunatullah). Begitu banyak informasi yang dapat diperoleh dan begitu banyak kesempatan, namun tidak semua masyarakat terutama di pedesaan mampu memperolehnya dan memanfaatkanya.
Internet adalah sumber informasi yang lengkap dan mudah dioperasionalkan tetapi bagi masyarakat pedesaan untuk dapat menggunakannya ibarat masih jauh asap dari panggang. Karena masih banyak keterbatasan yang melilit desa-desa kita untuk melangkah kesana. Tantangan yang perlu dijawab adalah: bagaimana mempermudah mereka untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.
Telecenter merupakan pusat pelayanan akses informasi bagi masyarakat di pedesaan melalui internet yang dikelola oleh masyarakat untuk memperoleh informasi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat guna meningkatkan produktivitasnya. Telecenter juga melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang antara lain berupa pelatihan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat desa secara profesional yang didukung oleh fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Dengan cara demikian diharapkan wawasan masyarakat bertambah sehingga mampu memberikan dorongan untuk lebih produktif, yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan dan memberikan andil pada upaya pengurangan kemiskinan.
Pembangunan Telecenter pada awalnya merupakan program percontohan sebagai salah satu alternatif dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan alat bantu teknologi informasi dan komunikasi. Program dilaksanakan pada tahun 2005 melalui kerjasama antara Bappenas yang didukung United Nation Develpoment Program (UNDP) dengan Badan Pengelolaan Data Elektronik (BPDE) Provinsi Jawa Timur bersama instansi terkait lainnya seperti Badan Perencanaan Pembangunan Propvinsi (BAPPEPROP), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.
Berkaca dari program percontohan tersebut, Propinsi Jawa Timur mereplikasi dan mengembangkan telecenter secara bertahap disetiap daerah untuk menjadi percontohan yang selanjutnya akan diperluas oleh masing-masing Kabupaten dan Kota.
Tujuan
Menyediakan fasilitas akses informasi yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai wahana untuk pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Dengan tersedianya fasilitas akses informasi, masyarakat mudah memperoleh informasi, sehingga pengetahuan dan wawasannya berkembang, hal ini akan mendorong tumbuhnya kreatifitas yang selanjutnya diharapkan mampu menciptakatan kegiatan produktif yang berdampak meningkatnya pendapatan.

Sasaran
Terlaksananya pemberdayaan masyarakat dalam banyak bidang melalui informasi yang dapat diakses dari telecenter. Pembangunan telecenter diharapkan dapat memberikan manfaat kepada seluas mungkin masyarakat, tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Namun secara khusus perlu mengutamakan masyarakat di lokasi telecenter berada dan memperhatikan karakteristik masyarakat setempat.

B. Aspek Pengorganisasian
Sarana Prasarana Telecenter
Telecenter merupakan pusat pelayanan akses informasi bagi masyarakat dengan menggunakan internet sebagai jaringan informasinya. Dalam opersionalisasinya dikelola oleh tim pengelola yang dipilih dari masyarakat dengan dukungan pemerintah atau lembaga non pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sarana prasarana minimal yang harus dimiliki oleh sebuah telecenter, meliputi: tiga unit komputer, sebuah ruangan untuk opersional komputer dan pelatihan masyarakat, jaringan internet dan dua orang pengelola. Sedangkan untuk kondisi tertentu dapat dilengkapi dengan perangkat pendukung lainnya seperti : printer, LCD Projector, kamera digital, DVD Player, Televisi, Laptop dan lainnya.
Cacatan : perlu tambahan penggolongan telecenter, misalnya : pratama , purna dll, Indikator : sarana prasarana yang tersedia, waktu
Struktur Organisasi
Untuk melaksanakan pengelolaan telecenter dibentuk lembaga pengelola yang dalam kondisi minimal sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang, sedangkan secara idial terdiri dari : Manager, penatausahaan, bagian teknis, operator dan pembantu pelaksana. Disamping itu untuk mendukung operasional pengelola dibentuk pula kelompok pengarah yang diketuai oleh Camat dengan anggota terdiri dari Kepala Desa dan beberapa anggota masyarakat. Sedangkan ditingkat Kabupaten/Kota dapat dibentuk kelompok pembina dengan keanggotaan instansi terkait di Kabupaten/Kota.
(pengelola Telecenter minimal sekurang2nya terdiri tiga orang)
secara ideal terdiri dari: manager, penatausahaan, bagian pengembangan dan pelayanan masyarakat, bagian tehnik / operator dan pembantu pelaksana. disamping itu untuk mendukung operasional pengelola dibentuk dewan pembina yang beranggotakan kepala desa, camat dan instansi terkait di kabupaten/kota.




dewan pembina
Pelayanan Masyarakat
Manager
Penatausaahan
Tim Pengarah
Tim Pembina Prop.
Tim Pembina Kab.
Bagian Teknis
Operator
Bagan Organisasi

Job description
Uraian tugas dari masing-masing unsur dalam kelompok pengelola dan pengarah adalah sebagai berikut;
1. Manajer
a Menyusun Rencana Kerja Telecenter dengan Keluaran dan indikator yang terukur, dan bertanggungjawab terhadap keberlangsungan operasional Telecenter
b Merencanakan kesinambungan operasional jangka panjang dari telecenter melalui inovasi-inovasi kreatif yang mengarah pada kemandirian Telecenter.
c Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan Rencana Kerja Telecenter yang dilakukan oleh Tim Pengelola.
d Mendorong terbentuknya Tim Pengelola Telecenter yang kompak dan profesional dengan melakukan transfer of knowledge dan memberikan kesempatan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan.
e Mendorong terwujudnya pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas telecenter sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
f Melakukan komunikasi secara intensif dengan Tim Pengarah, Tim Pembina Kabupaten dan Tim Pembina Propinsi dalam menghadapi permasalahan, sehingga langkah penyelesaian dapat lebih tepat sasaran.
g Melaksanakan fasilitasi terhadap kegiatan telecenter yang melibatkan komunitas masyarakat tertentu baik dalam rangka kerjasama pengembangan telecenter kedepan maupun dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
h Menjalankan fungsi sebagai penyuluh dan fasilitator dalam memimpin penyelenggaraan telecenter
i Melakukan komunikasi aktif dengan manajer-manajer telecenter lain dalam upaya mengembangkan pengelolaan Telecenter khususnya pemberdayaan masyarakat melalui memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi
j Menyusun laporan bulanan secara tertulis tentang pelaksanaan kegiatan telecenter kepada Badan Pengelolaan Data Elektronik (BPDE) Provinsi Jawa Timur dan kepada KPDE atau instansi Pembina kabupaten/Kota . ( memberikan masukan tentang kinerja pengelola, karna kewenangan dalam memberikan sanksi / pemberhentian pengelola adalah di tingkat pembina dengan jalan musyawarah)

2. Bagian Penatausahaan
a. Melayani kebutuhan administratif Tim Pengelola Telecenter, seperti masalah absensi, pengaturan piket pada hari libur, penggajian, surat-menyurat dan sebagainya serta bertanggung jawab kepada Manajer Telecenter.
b. Dengan persetujuan manajer, dapat melakukan pembelian barang-barang kebutuhan operasional telecenter (seperti tinta printer, tinta fotocopy, kertas, alat tulis lainnya )
c. Melakukan pembayaran rekening listrik dan telepon secara teratur setiap bulannya.
d. Melakukan pembukuan terhadap keluar masuknya keuangan telecenter, sekaligus bertindak sebagai bendahara.
e. Menjalankan fungsi resepsionis telecenter, menerima pengunjung atau tamu yang berkunjung di telecenter dan mengarahkan setiap pengunjung kepada operator yang siap memberikan pelayanan.
f. Membantu bagian tehnik (diganti Pengembangan dan Layanan Masyarakat) , melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka menyosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
g. Bersama operator telecenter menyusun laporan harian, terutama yang berkaitan dengan laporan keuangan.




3. Bagian Teknis ( Pengembangan dan Layanan Masyarakat)
a Bertanggungjawab kepada manajer dalam melaksanakan Rencana Kerja telecenter dengan menyusun laporan mingguan atas aktivitas telecenter yang berkaitan dengan pengadaan dan penyebarluasan informasi.
b Melakukan fungsi penyuluh dan fasilitator, dengan mengembangkan interaksi secara intensif dan proaktif pada kelompok masyarakat
c Secara intensif melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
d Melakukan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendapatkan informasi sendiri.
e Membantu manajer telecenter dalam membangun dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menambah koleksi informasi di telecenter.
f Mempromosikan layanan yang disediakan melalui berbagai media yang biasa dipakai oleh masyarakat serta melalui tokoh desa.
g Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi atas pelaksanaan kegiatan di telecenter melalui penyebaran angket, kuesioner dan/atau wawancara langsung dengan pelanggan. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi, memberikan masukan kepada manajer tentang kinerja telecenter. (untuk point g tersebut kayak perlu di tinjau ulang / ditiadakan, beban yang ditanggung terlalu memberatkan )

4. Operator
a. Bertanggungjawab kepada Manajer Telecenter atas kelaikan fungsi peralatan elektronik di telecenter.
b. Menyalakan dan men-shutdown computer dan jaringannya
c. Memeriksa secara berkala kelaikan setiap peralatan elektronik lainnya yang menjadi fasilitas telecenter.
d. Melaksanakan pemeliharaan dan menjaga kebersihan peralatan (maintenance) dan menangani gangguan (troubleshooting) terhadap operasional komputer, jaringan, koneksi ke internet dan peralatan lainnya.
e. Memberikan pelayanan kepada pengunjung telecenter dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di telecenter, dan memberikan pendampingan bagi para pegunjung yang belum paham cara penggunaan fasilitas telecenter
f. Memberikan pelatihan penggunaan komputer dan internet kepada masyarakat.
g. Membantu, melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka (kayaknya perlu dihapus) menyosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
h. Melaporkan kepada Manajer apabila terjadi kerusakan peralatan yang membutuhkan teknisi khusus.
i. Menanggapi keluhan pengunjung dengan sebaik – baiknya demi terjaganya layanan telecenter.
j. Menyusun laporan aktifitas telecenter yang memuat informasi mengenai catatan jumlah pengunjung, jam pemakaian peralatan, pesanan pengunjung dan/atau keluhan pengunjung.(hanya sebatas memberikan catatan jumlah pengunjung, jam pemakaian, pesanan pengunjung dan/atau keluhan pengunjung)

5. Pengarah (dewan pembina)
a. Menampung masukan dari masyarakat desa sebagai bahan pengarahan kepada pengelola telecenter dalam menyusun rencana kerja pengelolaan telecenter dan pelaksanaannya
b. Membantu menyumbangkan pemikiran untuk keberlangsungan penyelenggaraan telecenter, mencarikan alternatif sumber dana dan pemasukan untuk menyelenggarakan kegiatan telecenter.
c. Membantu dan memfasilitasi terjalinnya kerjasama dengan pihak lain sebagai mitra potensial yang dapat memanfaatkan telecenter untuk memberikan informasi, layanan dan program bagi masyarakat.
d. Mendorong semua kelompok dan lapisan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas, layanan, dan program-program yang dilaksanakan di telecenter.
e. Turut aktif mensosialisasikan dan mempromosikan program telecenter dalam kapasitasnya masing-masing.
f. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program Telecenter.
- point a. bagaimana jika diganti seperti berikut (bersama pengelola/ketua pengelola/manager menyusun mekanisme, peraturan dan sanksi kepengelolaan demi tercipta dan terselenggaranya kepengelolaan Telecnter yang baik.

Pemilihan dan masa bakti pengelola
Personil pengelola telecenter dipilih oleh Tim yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah dan unsur Masyarakat. Penilaian calon personil memperhatikan kriteria kompetensi (rekrutmen) menurut jabatan yang akan diemban sebagai berikut:
1. Manajer
a. Memiliki kemampuan manajerial yang baik untuk mengelola dan mengembangkan telecenter
b. Memahami prospek pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (internet)
c. Mempunyai akseptabilitas di masyarakat dan dedikasi terhadap perkembangan telecenter
d. Mempunyai kredibilitas di masyarakat
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
f. Memiliki kemampuan memimpin dan berkomunikasi dengan masyarakat
2. Bagian Penatausahaan
a. Memahami tata administrasi perkantoran dan keuangan
b. Dapat mengoperasikan komputer minimal office
c. Mempunyai kredibilitas di masyarakat (tidak sedang diblack list perbankan dan polisi)
d. Mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
3. Bagian Teknis
a. Mempunyai akseptabilitas di masyarakat
b. Mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat
c. Mempunyai kredibilitas di masyarakat (tidak sedang diblack list perbankan dan polisi)
d. Dapat mengoperasikan komputer minimal office
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
4. Operator
a. Memahami dan berkemampuan dibidang TIK
b. Memiliki dasar pendidikan atau berpengalaman dibidang informatika
c. Memahami secara teknis instalasi perangkat keras dan perangkat lunak
d. Memahami sistem operasi komputer dan internet
e. Memahami secara teknis perawatan komputer
f. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.

Read more...
Free Website Hosting Free Website Hosting

tamu ke

Bzoone Real Estate Directorybillige Flyrejser og fly

pencarian anda

  © Blog template Shinydonks Oleh: Ponco BeeS 2008

Back to TOP