Penggunaan Multimedia

>> Senin, 10 November 2008

DI MANA MULTIMEDIA DIGUNAKAN
Multimedia akan sesuai kapanpun antarmuka manusia mengoneksikan pengguna manusia pada in­formasi elektronik dalam berbagai jenis. Multimedia meningkatkan antarmuka komputer text-only minimalis dan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dengan mencari dan menarik perhatian dan ketertarikan; multimedia memperkuat ingatan terhadap informasi. Jika dirancang dengan tepat, multimedia dapat menjadi sangat menghibur.


Multimedia dalam Bisnis dan Kantor
Aplikasi bisnis untuk multimedia meliputi presentasi, pelatih­an, pemasaran, periklanan, demo produk, database, katalog, pesan kilat, komunikasi jaringan.
Voice mail dan video konferensi tersedia dalam jaringan lokal maupun wide area (LAN dan WAN) dengan menggunakan jaringan terdistribusi dan protokol Internet. Bahkan saat ini banyak radio online atau siaran televise online dapat dinikmati melalui jejaringSetelah mendengarkan presentasi melalui slide berukuran 35 mm dan overhead dari podium konferensi perdagangan nasional, presentasi multimedia dapat membuat audiens menjadi hidup. Kebanyakan paket perangkat lunak presentasi menyediakan tambahan audio dan video klip pada "slide show" grafis dan material teks yang biasa. Bahkan media pembelajaran lebih efektif jika menggunakan sebuah presentasi slide sehingga client menjadi lebih jelas terhadap obyek yang menjadi focus permasalahan dalam bisnis.
Multimedia dimanfaatkan secara luas dalam program-program pelatihan dan pembelajaran. Penerbang belajar untuk mengatasi terorisme dan keamanan internasional melalui simulasi. Agen pengawas obat­ terlarang PBB dilatih menggunakan video interaktif dan foto untuk mengenali tempat-tempat tersembunyi di pesawat dan kapal. Mekanik belajar untuk mernperbaiki mesin. Tenaga penjual belajar mengenai lini produk dan menggunakan perangkat lunak untuk mengajari konsumen mereka. Pilot pesawat tempur berlatih cara menghadapi serangan mendadak di tanah lapang sebelum menghadapi yang sesungguhnya. Peningkatan program authoring yang mudah digunakan dan peranti media produksi bahkan mengizinkan pekerja pada lini assembly menciptakan program pelatihan mereka sendiri untuk digunakan oleh sesama mereka.


Multimedia dalam lingkungan kantor sudah menjadi sesuatu yang umum. Perangkat keras authoring image digunakan untuk membuat kartu identitas karyawan dan menandai database, untuk anotasi video, dan untuk telekonferensi secara langsung. Dokumen presentasi yang terdapat dalam e-mail dan video konferensi sudah banyak tersedia. Komputer laptop dan proyektor resolusi tinggi menjadi sesuatu yang umum dalam presentasi multimedia . Ponsel dan PDA (personal data assistant) memanfaatkan teknologi komunikasi Bluetooth yang membuat komunikasi dan bisnis dari bisnis lebih efisien.
Seiring penggunaan multimedia dalam perusaha­an dan bisnis, dan menurunnya biaya instalasi ka­pabilitas multimedia, semakin banyak aplikasi yang dikembangkan baik in-house maupun third­party agar bisnis dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Keuntungan ini akan mengubah cara ditransaksikan karena mereka memperkokoh penggunaan multimedia yang menawarkan kontribusi penting kepada lini bawah sambil mengiklankan Image publik dari bisnis sebagai investor dalam hal teknologi.


Multimedia di Sekolah
Sekolah mungkin merupakan institusi yang paling membutuhkan ultimedia. Banyak sekolah di Amerika Serikat sekarang ini kekurangan biaya dan kadang-ka­ang lambat dalam mengadopsi teknologi baru, namun di sinilah kemampuan multimedia bisa dimaksimalkan untuk keuntungan jangka panjang.
Kantor administrasi Clinton/Gore menantang industri telekomunikasi untuk mengoneksikan kelas, perpustakaan, klinik, dan rumah sakit di Amerika Serikat ke informasi superhighway, dan banyak hal telah dilakukan di area ini. Langkah-langkah juga telah diambil untuk menyediakan dukungan pemerintah untuk penerapan teknologi di pedesaan berpendapatan rendah dan sekolah
perkotaan. National Grid for Learning (NGfL) juga mencanangkan program yang sama untuk sekolah di United Kingdom. Multimedia dapat memprovokasi perubahan secara radikal dalam proses pengajaran pada mendatang, khususnya saat siswa yang cerdas menemukan bahwa mereka dapat dari batasan metode pengajaran tradisional. Sebenarnya, di sini terjadi perubahan dari model pembelajaran "transmisi" atau "siswa pasif" ke model Kolb tentang "Pembelajaran Eksperiensial" "siswa aktif". Dalam beberapa hal, guru lebih sebagai pembimbing dan mentor, fasilitator pembelajaran, yang memimpin siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, bukan sebagai penyedia pembelajaran yang utama. Siswa, bukan guru, menjadi inti dari proses pengajaran dalam pembelajaran. Ini merupakan subjek yang sensitif dan berbau politik di kalangan pendidik, jadi
lunak pendidik terkadang diposisikan sebagai "pengaya" proses pembelajaran, bukan _,anti yang potensial untuk metode tradisional berbasis guru. Karya Warren Longmire dari San Isco mengorganisasikan subjek permasalahan ke dalam "Objek Pembelajaran" atau "titik-titik" r ateri pembelajaran untuk memperkaya objek pembelajaran (seperti blok-blok bangunan Lego) daya rekat lama dan aplikasi multifungsi.
Multimedia untuk pembelajaran memiliki banyak bentuk.
Gambar menunjukkan kepeloporan dari pemenang penghargaan klasik "Just Grandma and Me", yang ditujukan untuk anak usia 3 sampai 8 tahun. Keterampilan membaca meningkat seiring pengenalan huruf dan klik mouse


berikut contoh penggunaan click mouse dan kemampuan memory anak-anak

Read more...

Lalu Lintas Multimedia

Saat ini, jaringan telekomunikasi telah semakin global. Ketika penyedia informasi dan pemilik isi menentukan harga dari produk mereka dan bagaimana cara melakukan pembayaran kepada, elemen informasi pada akhirnya akan terhubung secara online sebagai sumber daya terdistribusi dalam sebuah lalu lintas data (jalan tol). Untuk itu, kita harus membayar untuk memperoleh dan menggunakan informasi berbasis multimedia.
Hal yang mengherankan, kabel fiber glass aktual yang banyak menjadi backbone fisik dari lalu lintas data saat ini kebanyakan dimiliki oleh perusahaan yang besar saja seperti perusahaan kereta api dan perusahaan saluran pipa yang menguburkan kabel dengan penggunaan jalan tanpa izin khusus atau laporan mengenai lingkungan. Satu perusahaan kereta api di Amerika Serikat menginvestasikan lebih dari satu juta dolar untuk mobil khusus penanam kabel. Di Inggris, ada kabar mengenai penanaman kabel serat optik sepanjang reruntuhan kanal di abad 19 dan sistem kapal seret. Bandwidth pada lini ini telah disewakan kepada yang lain sehingga retailer yang saling bersaing seperti AT&T, MCI, dan Sprint akan menggunakan kabel yang sama. Di Indonesia penggunaan serat optic ini sudah banyak digunakan oleh PT Telkom.
Isi teks secara penuh dari buku dan majalah dapat diakses dengan menggunakan modem dan penghubung elektronik; fitur film dimainkan di rumah; laporan berita secara langsung dari segala penjuru bumi tersedia; kuliah dari universitas bersangkutan dapat dimonitor untuk tujuan pendidikan; peta jalan dari kota manapun dapat dilihat dengan rekomendasi mengenai restoran, dengan berbagai Bahasa—ceramah perjalanan secara online meliputi testimonial dan track video. Ini bukan fiksi ilmiah namun terjadi saat ini. Masing-masing antarmuka tersebut atau gateway informasi merupakan proyek multimedia yang menunggu untuk dikembangkan.
Tampilan menu di sebuah restoran, tempat tujuan wisata, dan pilihan berita terbaru semua bisa didapatkan di Web, bahkan situs-situs pemerintahan dan kota
Multimedia interaktif dikirimkan ke banyak rumah di seluruh dunia. Keuntungan dari perusahaan periklanan yang besar, pembuat dan penyedia (provider) informasi, perusahaan kabel dan telepon, dan Pabrik perangkat keras dan perangkat lunak tak terelakkan lagi ikut mengarahkan evolusi ini, dan perubahan besar dalam strategi komunikasi global telah terjadi. Apa yang akan dibicarakan dalam periklanan terbaru, referensi, dan pengalaman belajar seumur hidup adalah elemen multimedia yang dibahas dalam bab-bab buku ini: teks, grafis, suara, dan video.

Peranti perangkat lunak membuat dan mengedit elemen-elemen multimedia dibahas kemudian dalam buku Tay Vaughan : Making it Work ; metode pengiriman elemen tersebut di Internet dideskripsikan. Isi aktual yang disajikan, seperti yang diharapkan, akan disajikan dengan brilian melalui dan memelihara orang-orang kreatif dengan yang akan mendorong kita semua menuju yang lebih baik. Perusahaan hiburan yang memiliki isi yang dapat dengan mudah diubah menjadi proyek multimedia bekerja sama dengan perusahaan kabel. Studio film menciptakan divisi baru untuk memproduksi multimedia interaktif, dan orang-orang yang kaya mendirikan perusahaan baru untuk bergabung dengan aksi tersebut. Bisnis yang jelas dan keuntungan yang dapat dipastikan, perusahaan media yang besar bersatu menciptakan konglomerat dalam jumlah besar untuk mengontrol isi dan pengiriman informasi menggabungkannya bersama-sama dan menyediakan penawaran atas permintaan dan pelayanan pembayaran. Dengan mengabaikan siapa yang memiliki jalan dan kotak perangkat keras, produser multimedia akan menciptakan literatur baru dan isi yang bermanfaat di dalamnya. lni merupakan industri yang masih segar dan mengejutkan di masa ini, namun masih tetap ada kendala yang harus dihadapi.

Multimedia merupakan peranti presentasi penjualan yang sangat efektif. Jika Anda sedang berkendara dengan mobil ke suatu tempat dan duduk di kursi belakang, Anda tentu tidak akan ingat bagaimana Anda mencapai tujuan. Namun, jika Anda mengemudikannya sendiri, ada kesempatan Anda dapat kembali ke sana lagi. Studi mengindikasikan bahwa jika Anda terstimulasi dengan audio, Anda akan memiliki tingkat ingatan hingga 20 persen, dengan audiovisual tingkat ingatan mencapai 30 persen, dan dalam presentasi multimedia interaktif di mana Anda benar¬benar terlibat, tingkat ingatan mencapai 60 persen.
Jay Sandom, Einstein & Sandom

Read more...

Tay Vaughan Multimedia : Making It Work

>> Selasa, 04 November 2008

Keterampilan penting untuk profesional multimedia. Pada buku Tay Vaughan banyak materi yang mengajarkan konsep dan keterampilan fundamental yang digunakan oleh profesional multimedia sehari-hari. Dimulai dengan blok pembangun yang penting teks, grafis, audio, video, dan animasi anda akan mempelajari bagaimana merencanakan dan mengelola proyek multimedia, dari CD ROM dan DVD yang di dinamis sampai situs Web yang tampak profesional. Dalam buku Tay vaughan anda akan mempelajari bagaimana:
- Menguasai blok pembangun multimedia yang fundamental, termasuk teks, image, video,
dan audio.
- Mengidentifikasi peralatan dan peranti perangkat lunak yang diperlukan untuk
membuat proyek multimedia yang mengagumkan.
- Menggunakan font dan typeface secara efektif.- Menerapkan video dan audio pada
proyek multimedia secara efektif.
- Memberi dampak dengan grafis dan animasi yang hidup.- Mendesain dan menyebarkan
halaman web yang tampak profesional.
- Mengindentifikasi orang-orang berbakat dan memperoleh isi- Merencanakan,
menganggarkan, memproduksi, dan mengirimkan proyek multimedia profesional.

BAB I

Apa itu Multimedia
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari bagaimana: Mendefinisikan istilah umum multimedia seperti multimedia, integrasi, interaktif, HTML, authoring,Mendeskripsikan dua media utama pengiriman multimedia—CD-ROM dan DVD versus World Wide Web—dan perbedaan-perbedaan utama keduanyaMenilai berbagai karakteristik multimedia: bentuk linier dan nonlinierMendeskripsikan beberapa lingkungan berbeda yang akan digunakan, dan beberapa aspek berbeda dari multimedia yang memberikan keuntungan bila dibandingkan bentuk pengiriman informasi yang lainMencari sejarah multimedia dan mencatat beberapa perubahan penting dari multimedia di masa mendatang
Multimedia merupakan teriakan ketakutan karena melihat sepasang mata kucing yang bersinar dalam kegelapan; mawar merah yang menghiasi wajah seorang gadis kecil ketika Anda merayakan “Hari Valentin” jendela kecil video yang keluar dari peta India, yang memperlihatkan seorang tua mengingat-ingat perjalanan berdebunya untuk menemui sang rajah; katalog mobil-mobil bagus dengan panduan yang dapat membantu Anda untuk membeli salah satunya; video konferensi langsung dengan kolega yang berada di Paris, London, dan Hong Kong dengan menggunakan komputer kantor Anda yang dilengkapi whiteboard, mikrofon, dan teknik-teknik bertanya (www.webtrain.com). Di rumah, multimedia merupakan pelajaran aljabar dan geografi untuk tingkat lima. Di toko-toko, multimedia merupakan anak-anak yang menatap dengan terbelalak pesawat tempur dengan realitas virtual kecemasan. Dalam MID, multimedia merupakan urutan video interaktif (layar hot spot) yang menerangkan bagaimana film Harry Potter dibuat—semuanya hanya dengan menggunakan remote kontrol Anda.
Multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada Anda dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Multimedia dapat menimbulkan sensasi dahsvat. Ketika Anda menggabungkan bersama semua elemen sensual multimedia—menggabungkan gambar dan animasi, mempercantik suara, membuat video klip, dan informasi tekstual mentah—Anda dapat menanamkan pemikiran dan aksi dalam pikiran orang. Ketika Anda memberi mereka kontrol interaktif dari proses, mereka akan terpikat.
Materi vaughan membahas mengenai cara menciptakan setiap elemen multimedia dan bagaimana Anda meng¬gabungkannya bersama-sama untuk hasil yang maksimum. Buku ini diperuntukkan bagi pemula maupun ahli di bidang komputer; para produser multimedia profesional dan klien mereka; bagi penerbit desktop dan produser video yang memerlukan acuan karena mereka menganggap metode tradisional pengiriman informasi dan gagasan telah berkembang ke bentuk barn, format yang di¬gerakkan teknologi. Selain itu, buku ini juga diperuntukkan bagi hobbyist yang ingin membuat album dan sejarah keluarga dalam World Wide Web; untuk bisnis penting, di mana dokumen pengolah kata dan spreadsheet diilustrasikan dengan audio, video, dan animasi grafis; untuk pembicara umum, yang menggunakan animasi dan suara dalam monitor yang besar dan sistem proyeksi auditorium untuk mempresentasikan gagasan dan informasi kepada audiens; untuk manajer informasi yang mengorganisasikan dan mendistribusikan image digital, suara, video, dan teks; dan bagi pendidik dan trainer yang mendesain dan menyampaikan informasi untuk pembelajaran.
Jika Anda masih baru dalam multimedia dan ingin banyak mengetahui perangkat keras, perangkat lunak, dan memiliki banyak waktu untuk mempelajari setiap peranti, lakukan pembelajaran secara perlahan untuk tantangan Mulailah dengan mempelajari setiap elemen multimedia dan pelajari satu alau lebih peranti untuk menciptakan dan mengedit elemen tersebut. Cari tahu bagaimana cara menggunakan teks dan font, bagaimana membuat dan mengedit image grafis berwarna dan menganimasikannya dalam film, dan bagaimana merekam dan mengedit suara digital. Bacalah jur¬nal perdagangan komputer yang memuat informasi paling up-to-date. Keahlian Anda akan sangat berharga jika Anda mengembangkan fondasi pengetahuan yang luas mengenai setiap elemen dasar multimedia.
Membuat proyek multimedia atau situs web membutuhkan lebih clan sekadar kemampuan kreatif dan teknologi tinggi. Anda juga memerlukan talenta dalam berorganisasi dan bisnis. Misalnya, masalah kepemilikan dan hak cipta akan melekat pada beberapa elemen yang akan Anda gunakan; teks dari buku, image yang di-scan dari majalah, audio dan video klip. Semuanva memerlukan izin dan terkadang hares memberi bayaran kepada pemiliknya. Sebenarnya, infrastruktur manajemen dan produksi dari proyek multimedia sam a penting dan kompleksnya seperti teknologi dan keahlian yang Anda miliki untuk mengubahnya. Kunci kesuksesan pengembangan proyek multimedia terletak pada manajemen peranti digital dan sepe-rangkat keahlian, tim kerja, manajemen proyek umum, mendokumentasikan dan mengarsip pro-ses, dan mengantarkan produk jadi tepat pada %vak-ttmya dan tidak melebihi anggaran.
Implementasi kemampuan multimedia dalam komputer hanya merupakan episode terbaru dari serial panjang: lukisan gua, manuskrip buatan tangan, mesin cetak, radio dan televisi... Kemajuan ini merefleksikan harapan alami manusia untuk menciptakan jalan keluar bagi ekspresi kreatif, menggunakan teknologi dan imajinasi untuk memperoleh kekuasaan dan kebebasan dalam gagasan. Glenn Ochsenreiter, Direktur, Multimedia PC Council
DEFINISI
Multimedia adalah, seperti dideskripsikan di atas, kombinasi dari teks, foto, seni grafis, suara, anima¬si, dan elemen-elemen video yang dimanipulasi secara digital. Ketika Anda mengizinkan pengguna akhir pemirsa dari proyek multimedia—mengontrol apa dan kapan elemen-elemen tersebut akan dikirimkan, multimedia disebut multimedia interaktif. Ketika Anda menyediakan suatu struktur dari elemen-elemen yang terkait di mana pengguna dapat mengarahkannya, multimedia interaktif berubah menjadi hypermedia.
Meskipun definisi multimedia sangat sederhana, cara untuk menjalankannya sangat kompleks. Anda tidak hanya perlu memahami bagaimana setiap elemen multimedia dibuat dan dapat bergerak, namun Anda perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan peranti dan teknologi komputer multimedia untuk dapat menggabungkan semua elemen bersama-sama. Orang yang membuat multimedia menjadi bentuk yang mem iliki makna disebut pengembang multimedia.
Peranti perangkat lunak, pesan-pesan, dan isi yang ditampilkan dalam layar komputer atau :elevisi bersama-sama membentuk sebuah proyek multimedia. Jika proyek tersebut akan diedarkan atau dijual kepada konsumen atau pengguna akhir, biasanya dibuat dalam kotak tertutup dan rahasia atau dalam Internet, dengan atau tanpa instruksi, disebut jud ul multimedia. Proyek Anda bisa menjadi halaman" atau "situs" dalam World Wide Web, di mana Anda dapat menggabungkan elemen-elemen multimedia ke dalam dokumen dengan HTML (Hypertext Markup Language) atau DHTML (Dynamic Hypertext Markup Language). Selain itu, Anda dapat membuka banyak file media yang dibuat dalam Program tertentu seperti Macromedia Flash, Adobe LiveMotion, atau Apple QuickTime dengan menginstal "plug-in" dalam aplikasi browser, misalnya Internet Explorer atau Netscape Navigator. Lihat l3ab 13 untuk informasi plug-in, multimedia, dan Web.
Suatu proyek multimedia dapat tidak menjadi interaktif untuk dapat disebut multimedia. Para pengguna hanya duduk dan melihat seperti saat mereka menonton film atau televisi. Dalam beberapa kasus, proyek bersifat linier, dimulai dari awal dan berjalan hingga akhir. Ketika para pengguna diberi navigasi dan dapat menjelajahi isi sesuai keinginan, multimedia kemudian menjadi nonlinier dan pengguna menjadi interaktif, dan hal ini merupakan pintu gerbang menuju informasi personal yang ketat.
Menentukan bagaimana seorang pengguna akan berinteraksi dan menelusuri isi dari suatu proyek membutuhkan perhatian yang besar pada pesan, scripting atau storyboarding, karya seni, Plan pemrograman. Anda dapat menghancurkan keseluruhan proyek dengan desain antarmuka yang Puruk. Anda juga dapat kehilangan pesan dari proyek dengan isi yang tidak mencukupi atau tidak akurat.
Elemen-elemen multimedia biasanya dipotong bersama-sama menjadi sebuah proyek menggu¬nakan peranti authoring. Peranti perangkat lunak ini didesain untuk mengelola elemen multimedia Individu dan menyediakan interaksi pengguna. Multimedia terintegrasi merupakan "jalinan" bagian dari definisi multimedia, di mana dokumen sumber seperti montage, grafis, potongan video, Plan suara berpadu menjadi presentasi akhir. Selain itu, untuk menyediakan suatu metode bagi para pengguna untuk dapat berinteraksi dengan proyek, kebanyakan peranti authoring juga menawarkan fasilitas untuk menciptakan dan mengedit teks dan image, dan kontrol untuk memainkan kembali file audio dan video berbeda yang telah dibuat dengan peranti editing yang didesain untuk media Mi. Pengumpul dari semua yang dimainkan dan bagaimana hal itu disampaikan kepada pengguna melalui monitor adalah antarmuka pengguna grafis, atau GUI . Antarmuka ini hanya memuat aturan dari apa yang terjadi pada input pengguna yang tampak seperti grafis aktual pada layar. Perangkat keras dan perangkat lunak yang mengatur batasan dari apa yang terjadi adalah platform atau lingkungan multimedia

CDROM dan LALULINTAS MULTIMEDIA

Multimedia memerlukan memori digital yang besar ketika akan disalurkan ke librari pengguna akhir, atau memerlukan bandwidth yang besar ketika didistribusikan melalui kabel, fiber glass, atau gelombang udara dalam suatu jaringan. Semakin besar bandwitdh-nya, semakin luas "pipeline"-nya sehingga semakin banyak isi yang dapat disampaikan kepada pengguna akhir secara cepat.
CDROM dan DVD MULTIMEDIA

CD ROM compact disc read only memory lihat Bab 18) menjadi media distribusi paling efektif dari segi biaya untuk proyek multimedia: sebuah disk CD-ROM dapat diproduksi secara massal dengan harga beberapa sen dan dapat memuat sampai 80 menit video dengan layar penuh atau suara. CD-ROM dapat juga memuat perpaduan unik antara image, suara, teks, video, dan animasi yang dikontrol oleh sistem authoring untuk menyediakan interaksi pengguna tanpa batas.
Disk dapat dibungkus dengan plastik polikarbonat secepat cookies pada lini produksi pemang¬gangan dan lama murahnya. Sebenarnya, semua komputer personal yang dijual saat ini paling tidak telah dilengkapi dengan player CD-ROM, dan perangkat lunak yang mengatur komputer tersebut telah banyak tersedia dalam bentuk disk CD-ROM—aplikasi yang mengharuskan untuk memasukkan floppy disk sebanyak 16 atau lebih secara bergantian sekarang dapat diinstal melalui CD-ROM tanpa kerumitan. Banyak sistem yang dapat dibuat melalui player DVD. Teknologi Digital Versatile Disc (DVD) multilayer meningkatkan kapasitas dan kemampuan multimedia dari teknologi optis terbaru menjadi 18 GB. Pembakar CD dan DVD burner digunakan untuk membaca disk dan untuk membuatnya dalam bentuk audio, video, dan dalam format data. Perangkat lunak authoring DVD dan integrasi mengizinkan pembuatan menu interaktif dari awal sampai akhir untuk film dan game.
Dalam jangka waktu lama, disk CD-ROM dan DVD hanya akan menjadi teknologi interim memori yang akan digantikan oleh perangkat lain yang tidak perlu memindahkan bagian-bagian. Seiring bertambah padatnya lalu lintas data dan pengguna semakin "terkoneksi" dengan baik seperti dideskripsikan di bawah ini, kabel tembaga, fiber glass, dan teknologi radio/selular akan digunakan sebagai media pengiriman paling umum untuk file multimedia interaktif, yang melayani sepanjang broadband Internet atau dari ladang komputer terdedikasi dan fasilitas penyimpanan
Saat ini, jaringan telekomunikasi telah semakin global. Ketika penyedia informasi dan pemilik isi menentukan harga dari produk mereka dan bagaimana cara mela-kukan pembayaran kepada mereka, elemen informasi pada akhirnya akan terhubung secara online sebagai sumber daya terdistribusi dalam sebuah lalu lintas data (sebenarnya lebih sebagai jalan tol). Untuk itu, Anda harus membayar untuk memperoleh dan menggunakan informasi berbasis multimedia.
Hal yang mengherankan, kabel fiber glass aktual yang banyak menjadi backbone fisik dari lalu lintas data, dalam kebanyakan kasus, dimiliki oleh perusahaan kereta api dan perusahaan saluran pipa yang menguburkan kabel dengan penggunaan jalan tanpa izin khusus atau laporan mengenai lingkungan. Satu perusahaan kereta api di Amerika Serikat menginvestasikan lebih dari satu juta dolar untuk mobil khusus penanam kabel. Di Inggris, ada kabar mengenai penanaman kabel serat
optik sepanjang reruntuhan kanal di abad 19 dan sistem kapal seret. Bandwidth pada lini ini telah disewakan kepada yang lain sehingga retailer yang saling bersaing seperti AT&T, MCI, dan Sprint akan menggunakan kabel yang sama.
Isi teks secara penuh dari buku dan majalah dapat diakses dengan menggunakan modem dan penghubung elektronik; fitur film dimainkan di rumah; laporan berita secara angsung dari segala penjuru bumi tersedia; kuliah dari universitas bersangkutan dapat dimonitor untuk tujuan pendidikan; peta jalan dari kota manapun dapat dilihat dengan rekomendasi mengenai restoran, dengan berbagai Bahasa—ceramah perjalanan secara online meliputi testimonial dan track video. Ini bukan fiksi ilmiah; ini terjadi saat ini. Masing-masing an tarmuka tersebut atau gateway informasi merupakan proyek multimedia yang menunggu untuk dikembangkan.

Read more...

Ubuntu Desktop

>> Jumat, 24 Oktober 2008

DESKTOP UBUNTU
(from ugos by mrpon)

Panduan ini dapat diimplementasi pada Ubuntu Feisty, Gutsy, dan Hardy (Harap menyesuaikan dengan kondisi sistem yang anda gunakan ) Berbagai distro Linux dan panduan dekstop, panduan system admin, dan panduan OpenOffice.org yang dapat di download gratis melalui website

Memulai Desktop
Setelah login, anda akan melihat tampilan desktop. Beberapa bagian pada Gnome yang harus anda kenali adalah:

Icon Dekstop
Standar dekstop icon pada tampilan Ugos menampilkan Computer, Home, Trash dan iconicon
aplikasi. Pada desktop icon computer, ketika anda klik akan mengarah keseluruh partisi dan device data yang terdapat didalam komputer tersebut. Sedangkan ketika pada icon home, ketika anda klik akan mengarahkan kedalam folder data user anda. Sedangkan pada icon trash, ketika anda klik akan mengarahkan nautilus pada folder tong sampah untuk user anda.
lebih detil bisa down load disini......

Read more...

Teknik Multimedia

>> Sabtu, 18 Oktober 2008

Pengertian Multimedia
ISO 14915 (2001) mendefinisikan multimedia sebagai"user interfaces that integrate and synchronise different media (static media such as text, graphs and images; and dynamic media such as audio, animation and video)"
Dalam design guide INUSE, European Usability Support Centres (1997) multimedia
didefinisikan sebagai"The use of different input devices and different media, both time dependent (sound, music, voice, video) and time independent (graphics, text) in a system or service (Clarke, 1992). A multimedia system or service may therefore include a combination of text, still images, graphics, video animation, sound and speech as output media. To interact with these elements, the user may use a mouse, tracker ball, joystick, touch screen, pen, stylus, keyboard or speech for input"
Jones (2003)
melihat multimedia sebagai "The integration of multiple media forms, including text, music, spoken words, video, illustrated graphics, and still photographs, to communicate unified messages that, ideally at least, are also interactive" (p.329) Baginya multimedia digital menjadi "hypermedia" disebabkan "hiperteks" , "hypertext linkages" yang menonjol kegunaannya bersama perkembangan Internet.

"Multimedia adalah penggunaan PC untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi."

"Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, video dan animasi."

"Multimedia dapat diartikan sebagai penyatuan berbagai media teknologi untuk kepentingan hiburan, publikasi, komunikasi, promosi dan lainnya."
wikipedia menjelaskan adalah Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
(
Rosch, 1996)
Kombinasi dari komputer dan video
(
McComick,1996)
Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks
(
Turban & friend, 2002)
Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambarRobin dan Linda, 2001Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
(Hofstetter, 2001)
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.

Dix (1993)
mendefinisikan multimedia menurut perkembangan teknologinya. perkembangan multimedia digolong dalam dua konsep yang saling interaksi antara sistems "multi-modal" dan "multi-media". Dix menilai perkembangan melalui sistem interaktif, mulai dengan adanya keyboard, mouse sebagai penunjuk, layar dan output suara yang terbatas. Dengan kata lain, apabila perkembangan sistem menjadi semakin canggih oleh "multiple communication channels" yang tereksekusi serentak, maka muncullah apa yang dinamakan sebagai multi-media sistem. Sistem ini menggunakan pelbagai media untuk komunikasi dan menyampaikan pelengkap dan tambahan melalui saluran input atau output.

Multimedia pada umumnya dipahami sebagai suatu fasilitas atau tingkat pencapaian teknologi pada Personal komputer (PC). Sebuah PC multimedia dilengkapi dengan berbagai media tambahan atau interface sehingga PC tersebut memiliki kemampuan tidak hanya menampilkan teks atau gambar saja tetapi juga suara dan gambar bergerak (video/animasi) serta mampu melakukan komunikasi dengan PC atau media yang lain.
Dari penjelasan tentang pengertian multimedia yang banyak dipahami secara umum :"Multimedia adalah penggunaan PC untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.""Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, video dan animasi.""Multimedia dapat diartikan sebagai penyatuan berbagai media teknologi untuk kepentingan hiburan, publikasi, komunikasi, promosi dan lainnya."

Bagi Cawkell (1996)
"the processing and presentation of information in two or more media", so computers which are capable of handling text and simple graphics, could be called "multi-media computers" many extra attributes have been developed that the word now usually means the processing and presentation of at least text, graphics, and pictures, if not animation and motion video, usually in colour with sound. many systems and activities including hypertext, image processing, compression systems, colour electronics, input technologies like scanners, cameras, and picture frame grabbers, output technologies such as displays and reprography, transmission systems, Virtual Reality, and visualization.
Compact Disk media and techniques, electronic books and journals, and videoconferencing are multimedia, as are computer games and home shopping
Definisi lain dari multimedia yaitu dengan menempatkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hoftsteter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia.
  1. Komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita.
  2. Link yang menghubungkan kita dengan informasi.
  3. Alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung.
  4. Multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide kita sendiri. Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya jika tidak ada komputer untuk berinteraksi maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Jika tidak ada link yang menghadirkan sebuah struktur dan dimensi, maka namanya rak buku, bukan multimedia. Kalau tidak ada navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi, bukan multimedia. Dari definisi diatas, maka multimedia ada yang online (internet) dan multimedia yang offline (tradisional).

Read more...

Pembentukan TC di Jatim II

>> Selasa, 30 September 2008

Masa bakti pengelola Masa bakti pengelola ditentukan oleh mekanisme internal telecenter yang telah menjadi kesepakatan bersama secara tertulis antara pengelola telecenter dan tim pembina setempat dengan memperhatikan pertimbangan pemerintah Daerah. Dalam hal pemberhentian Tim Pengelola sebelum habis masa baktinya, Ketua Tim pengarah tidak dapat memberhentikan Tim pengelola secara sepihak, melainkan harus melalui musyawarah antara Tim Pengarah tingkat desa dan Tim Pembina Tingkat Kabupaten/Kota. ( dewan pembina tidak dapat memberhentikan tim pengelola secara sepihak, melainkan harus melalui musyawarah dan berdasarkan evaluasi kinerja pengelola ) C. Aspek Penganggaran · Sumber Pendanaan Sumber pendanaan dalam pengelolaan dan pengembangan telecenter dapat diperoleh dari Bantuan pemerintah dan atau sumbangan dari pihak swasta yang tidak mengikat serta dari usaha produktif yang tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku. · Teknis Pengelolaan Keuangan Setiap penerimaan dan pengeluaran keuangan agar dibukukan dengan menggunakan sistem pembukuan aliran kas yang didalamnya mencakup Buku Kas Umum (BKU) sebagaimana format berikut: · Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan disusun setiap bulan dan disampaikan kepada manajer dan setiap tiga bulan disusun laporan konsolidasi yang merupakan rekapitulasi dari pembiayaan kegiatan selama tiga bulan dengan tetap mencantumkan kondisi terakhir dari laporan konsolidasi tibulan sebelumnya. Laporan Konsolidasi disampaikan kepada siapapun yang mempunyai kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan telecenter. BUKU KAS UMUM TELECENTER : BULAN : TAHUN ANGGARAN : No Urut Tanggal Kode Uraian Penerimaan Pengeluaran 1 2 3 4 5 6 Jumlah bulan ini Jumlah s/d bulan yang lalu Jumlah s/d bulan ini Sisa Pada hari ini tanggal ............ oleh kami didapat kas Rp. ....................... (dengan huruf ...................) Mengetahui Surabaya, ............................... Manajer Telecenter Bendahara Telecenter (....................................) (....................................) Kodefikasi Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan Telecenter: 01. Pendapatan 01.1 Penerimaan Biaya Browsing 01.2 Penerimaan Biaya kursus 01.3 Penerimaan biaya sewa peralatan 01.4 Penerimaan biaya jasa pengetikan/prosesing komputer 01.5 Penerimaan biaya jasa promosi 01.6 Dan seterusnya 01.7 01.8 Penerimaan Lain-lain 02. Pengeluaran 02.1 ATK 02.2 Fotocopy 02.3 Makan Minum 02.4 Alat Kebersihan kantor 02.5 Biaya listrik 02.6 Biaya telpon 02.7 Biaya Air 07.8 Biaya Perjalanan Dinas 07.9. Biaya lain-lain D. Mekanisme Pengelolaan · Perencanaan Pembangunan Telecenter di Jawa Timur, dilaksanakan dengan beberapa cara yakni: dengan cara kerjasama (sharing) antara Pemerintah Propinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota atau dilaksanakan oleh lembaga non pemerintah. Dalam hal pembangunan telecenter dengan cara kerjasama antara Pemerintah Propinsi dengan Kabupaten/Kota dilengkapi dengan kesepakatan (MoU) kerjasama. Pemerintah Kabupaten/Kota memilih dan menyiapkan tempat, sedangkan Pemerintah Propinsi memberikan stimulan berupa perangkat kelengkapan telecenter dan pembinaan teknis pengelolaan serta dukungan biaya operasional untuk jangka waktu tertentu. Pembagian hak dan kewajiban antara pemerintah Propinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya dituangkan dalam kesepakatan kerjasama. · Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pengelolaan telecenter pada tahap lanjut secara bertahap akan diserahkan sepenuhnya kepada pengelola untuk mengusahakan agar telecenter mampu memberdayakan dirinya sendiri dan memberdayakan masyarakat. Pada tahapan ini Pemerintah baik di tingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota akan berperan sebagai pembina yang dapat memberikan bimbingan teknis, memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM para pengelola telecenter melalui lokakarya, rapat koordinasi, workshop dan lainnya. · Pelaporan Pengelola Telecenter, setiap bulan membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan kemudian menyampaikan laporan kepada semua pihak yang berhak menerima laporan TC . Isi laporan meliputi: jenis kegiatan, tanggal dan tempat dilaksanakan, tujuan, pelaku dan hasil pelaksanaan kegiatan sebagaimana format laporan berikut. Laporan dapat disampaikan melalui surat elektronik atau media lainnya termasuk dalam bentuk hardcopy. LAPORAN KEGIATAN TELECENTER ............... Bulan : .............................. NO HARI/TGL JENIS KEGIATAN TUJUAN PELAKU TEMPAT HASIL KET Manajer Telecenter …………… ................................................... E. Pedoman Operasional Telecenter dalam perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kondisi dan karakter masyarakat, serta sumberdaya potensial diwilayah yang dilayani. Oleh karena itu dalam operasionalnya tidak dapat disamaratakan dan atau diseragamkan melainkan perlu diberikan peluang untuk berkembang secara spesifik menurut kecenderungannya. Untuk mewadahi kekhasan dari masing-masing telecenter dalam melaksanakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya, masing-masing telecenter diwajibkan menyusun pedoman operasional telecenter yang merupakan ketentuan lebih rinci dan teknis dari pedoman umum ini. Pedoman operasional merupakan penjelasan teknis dari ketentuan-ketentuan pada pedoman umum yang masih bersifat umum menjadi lebih teknis. Dengan demikian, pedoman operasional harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan pedoman umum.

Read more...

Pedoman umum pembentukan Telecenter di Jawa Timur

Pedoman Umum
Pembangunan dan pengelolaan Telecenter di Jawa Timur

A. Gambaran Umum Telecenter
Mayoritas penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan, hampir separuh dari mereka hidup dibawah garis kemiskinan. Jawa Timur yang berdasarkan pendataan BPS tahun 2001 berpenduduk 34,76 juta jiwa, sekitar 21% diantaranya yakni sekitar 7,26 juta jiwa tergolong dalam kategori miskin. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengurangan angka kemiskinan ini, namun kemiskinan bukanlah permasalahan linier yang dapat diselesaikan dengan tindakan tunggal melainkan menyangkut multi sektoral yang membutuhkan upaya terpadu. Upaya Pemerintah dan masyarakat dalam penanganan kemiskinan, hasilnya memang tidak dapat terlihat secara cepat. Namun setelah sekian tahun upaya itu dilaksanakan, mulai tampak ada penurunan yakni pada tahun 2004 angka kemiskinan di Jawa Timur turun menjadi 6,9 juta atau sekitar 19%.
Pengalaman beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa peningkatan terhadap akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat memungkinkan mereka untuk dapat meningkatkan pendapatannya. Hal ini tentu akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya pengurangan kemiskinan. Namun demikian konsep pembangunan masyarakat apalagi masyarakat miskin dengan memanfaatkan penyebarluasan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia belum diterima luas. Hal ini terbukti dengan masih sangat sedikitnya inisiatif penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi dan komunikasi yang telah diakui sementara ini menjadi motor penggerak kemajuan dalam segala bidang, tidak selamanya menjadi milik kelompok masyarakat kota yang maju dan kaya. Teknologi tetap saja netral dan tidak berpihak. Tinggal dimana dia ditempatkan disitulah dia akan berkiprah sesuai dengan kaidah alaminya (sunatullah). Begitu banyak informasi yang dapat diperoleh dan begitu banyak kesempatan, namun tidak semua masyarakat terutama di pedesaan mampu memperolehnya dan memanfaatkanya.
Internet adalah sumber informasi yang lengkap dan mudah dioperasionalkan tetapi bagi masyarakat pedesaan untuk dapat menggunakannya ibarat masih jauh asap dari panggang. Karena masih banyak keterbatasan yang melilit desa-desa kita untuk melangkah kesana. Tantangan yang perlu dijawab adalah: bagaimana mempermudah mereka untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.
Telecenter merupakan pusat pelayanan akses informasi bagi masyarakat di pedesaan melalui internet yang dikelola oleh masyarakat untuk memperoleh informasi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat guna meningkatkan produktivitasnya. Telecenter juga melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang antara lain berupa pelatihan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat desa secara profesional yang didukung oleh fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Dengan cara demikian diharapkan wawasan masyarakat bertambah sehingga mampu memberikan dorongan untuk lebih produktif, yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan dan memberikan andil pada upaya pengurangan kemiskinan.
Pembangunan Telecenter pada awalnya merupakan program percontohan sebagai salah satu alternatif dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan alat bantu teknologi informasi dan komunikasi. Program dilaksanakan pada tahun 2005 melalui kerjasama antara Bappenas yang didukung United Nation Develpoment Program (UNDP) dengan Badan Pengelolaan Data Elektronik (BPDE) Provinsi Jawa Timur bersama instansi terkait lainnya seperti Badan Perencanaan Pembangunan Propvinsi (BAPPEPROP), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.
Berkaca dari program percontohan tersebut, Propinsi Jawa Timur mereplikasi dan mengembangkan telecenter secara bertahap disetiap daerah untuk menjadi percontohan yang selanjutnya akan diperluas oleh masing-masing Kabupaten dan Kota.
Tujuan
Menyediakan fasilitas akses informasi yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai wahana untuk pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Dengan tersedianya fasilitas akses informasi, masyarakat mudah memperoleh informasi, sehingga pengetahuan dan wawasannya berkembang, hal ini akan mendorong tumbuhnya kreatifitas yang selanjutnya diharapkan mampu menciptakatan kegiatan produktif yang berdampak meningkatnya pendapatan.

Sasaran
Terlaksananya pemberdayaan masyarakat dalam banyak bidang melalui informasi yang dapat diakses dari telecenter. Pembangunan telecenter diharapkan dapat memberikan manfaat kepada seluas mungkin masyarakat, tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Namun secara khusus perlu mengutamakan masyarakat di lokasi telecenter berada dan memperhatikan karakteristik masyarakat setempat.

B. Aspek Pengorganisasian
Sarana Prasarana Telecenter
Telecenter merupakan pusat pelayanan akses informasi bagi masyarakat dengan menggunakan internet sebagai jaringan informasinya. Dalam opersionalisasinya dikelola oleh tim pengelola yang dipilih dari masyarakat dengan dukungan pemerintah atau lembaga non pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sarana prasarana minimal yang harus dimiliki oleh sebuah telecenter, meliputi: tiga unit komputer, sebuah ruangan untuk opersional komputer dan pelatihan masyarakat, jaringan internet dan dua orang pengelola. Sedangkan untuk kondisi tertentu dapat dilengkapi dengan perangkat pendukung lainnya seperti : printer, LCD Projector, kamera digital, DVD Player, Televisi, Laptop dan lainnya.
Cacatan : perlu tambahan penggolongan telecenter, misalnya : pratama , purna dll, Indikator : sarana prasarana yang tersedia, waktu
Struktur Organisasi
Untuk melaksanakan pengelolaan telecenter dibentuk lembaga pengelola yang dalam kondisi minimal sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang, sedangkan secara idial terdiri dari : Manager, penatausahaan, bagian teknis, operator dan pembantu pelaksana. Disamping itu untuk mendukung operasional pengelola dibentuk pula kelompok pengarah yang diketuai oleh Camat dengan anggota terdiri dari Kepala Desa dan beberapa anggota masyarakat. Sedangkan ditingkat Kabupaten/Kota dapat dibentuk kelompok pembina dengan keanggotaan instansi terkait di Kabupaten/Kota.
(pengelola Telecenter minimal sekurang2nya terdiri tiga orang)
secara ideal terdiri dari: manager, penatausahaan, bagian pengembangan dan pelayanan masyarakat, bagian tehnik / operator dan pembantu pelaksana. disamping itu untuk mendukung operasional pengelola dibentuk dewan pembina yang beranggotakan kepala desa, camat dan instansi terkait di kabupaten/kota.




dewan pembina
Pelayanan Masyarakat
Manager
Penatausaahan
Tim Pengarah
Tim Pembina Prop.
Tim Pembina Kab.
Bagian Teknis
Operator
Bagan Organisasi

Job description
Uraian tugas dari masing-masing unsur dalam kelompok pengelola dan pengarah adalah sebagai berikut;
1. Manajer
a Menyusun Rencana Kerja Telecenter dengan Keluaran dan indikator yang terukur, dan bertanggungjawab terhadap keberlangsungan operasional Telecenter
b Merencanakan kesinambungan operasional jangka panjang dari telecenter melalui inovasi-inovasi kreatif yang mengarah pada kemandirian Telecenter.
c Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan Rencana Kerja Telecenter yang dilakukan oleh Tim Pengelola.
d Mendorong terbentuknya Tim Pengelola Telecenter yang kompak dan profesional dengan melakukan transfer of knowledge dan memberikan kesempatan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan.
e Mendorong terwujudnya pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas telecenter sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
f Melakukan komunikasi secara intensif dengan Tim Pengarah, Tim Pembina Kabupaten dan Tim Pembina Propinsi dalam menghadapi permasalahan, sehingga langkah penyelesaian dapat lebih tepat sasaran.
g Melaksanakan fasilitasi terhadap kegiatan telecenter yang melibatkan komunitas masyarakat tertentu baik dalam rangka kerjasama pengembangan telecenter kedepan maupun dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
h Menjalankan fungsi sebagai penyuluh dan fasilitator dalam memimpin penyelenggaraan telecenter
i Melakukan komunikasi aktif dengan manajer-manajer telecenter lain dalam upaya mengembangkan pengelolaan Telecenter khususnya pemberdayaan masyarakat melalui memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi
j Menyusun laporan bulanan secara tertulis tentang pelaksanaan kegiatan telecenter kepada Badan Pengelolaan Data Elektronik (BPDE) Provinsi Jawa Timur dan kepada KPDE atau instansi Pembina kabupaten/Kota . ( memberikan masukan tentang kinerja pengelola, karna kewenangan dalam memberikan sanksi / pemberhentian pengelola adalah di tingkat pembina dengan jalan musyawarah)

2. Bagian Penatausahaan
a. Melayani kebutuhan administratif Tim Pengelola Telecenter, seperti masalah absensi, pengaturan piket pada hari libur, penggajian, surat-menyurat dan sebagainya serta bertanggung jawab kepada Manajer Telecenter.
b. Dengan persetujuan manajer, dapat melakukan pembelian barang-barang kebutuhan operasional telecenter (seperti tinta printer, tinta fotocopy, kertas, alat tulis lainnya )
c. Melakukan pembayaran rekening listrik dan telepon secara teratur setiap bulannya.
d. Melakukan pembukuan terhadap keluar masuknya keuangan telecenter, sekaligus bertindak sebagai bendahara.
e. Menjalankan fungsi resepsionis telecenter, menerima pengunjung atau tamu yang berkunjung di telecenter dan mengarahkan setiap pengunjung kepada operator yang siap memberikan pelayanan.
f. Membantu bagian tehnik (diganti Pengembangan dan Layanan Masyarakat) , melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka menyosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
g. Bersama operator telecenter menyusun laporan harian, terutama yang berkaitan dengan laporan keuangan.




3. Bagian Teknis ( Pengembangan dan Layanan Masyarakat)
a Bertanggungjawab kepada manajer dalam melaksanakan Rencana Kerja telecenter dengan menyusun laporan mingguan atas aktivitas telecenter yang berkaitan dengan pengadaan dan penyebarluasan informasi.
b Melakukan fungsi penyuluh dan fasilitator, dengan mengembangkan interaksi secara intensif dan proaktif pada kelompok masyarakat
c Secara intensif melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
d Melakukan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendapatkan informasi sendiri.
e Membantu manajer telecenter dalam membangun dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menambah koleksi informasi di telecenter.
f Mempromosikan layanan yang disediakan melalui berbagai media yang biasa dipakai oleh masyarakat serta melalui tokoh desa.
g Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi atas pelaksanaan kegiatan di telecenter melalui penyebaran angket, kuesioner dan/atau wawancara langsung dengan pelanggan. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi, memberikan masukan kepada manajer tentang kinerja telecenter. (untuk point g tersebut kayak perlu di tinjau ulang / ditiadakan, beban yang ditanggung terlalu memberatkan )

4. Operator
a. Bertanggungjawab kepada Manajer Telecenter atas kelaikan fungsi peralatan elektronik di telecenter.
b. Menyalakan dan men-shutdown computer dan jaringannya
c. Memeriksa secara berkala kelaikan setiap peralatan elektronik lainnya yang menjadi fasilitas telecenter.
d. Melaksanakan pemeliharaan dan menjaga kebersihan peralatan (maintenance) dan menangani gangguan (troubleshooting) terhadap operasional komputer, jaringan, koneksi ke internet dan peralatan lainnya.
e. Memberikan pelayanan kepada pengunjung telecenter dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di telecenter, dan memberikan pendampingan bagi para pegunjung yang belum paham cara penggunaan fasilitas telecenter
f. Memberikan pelatihan penggunaan komputer dan internet kepada masyarakat.
g. Membantu, melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka (kayaknya perlu dihapus) menyosialisasikan program telecenter, menyerap masukan dari masyarakat serta mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
h. Melaporkan kepada Manajer apabila terjadi kerusakan peralatan yang membutuhkan teknisi khusus.
i. Menanggapi keluhan pengunjung dengan sebaik – baiknya demi terjaganya layanan telecenter.
j. Menyusun laporan aktifitas telecenter yang memuat informasi mengenai catatan jumlah pengunjung, jam pemakaian peralatan, pesanan pengunjung dan/atau keluhan pengunjung.(hanya sebatas memberikan catatan jumlah pengunjung, jam pemakaian, pesanan pengunjung dan/atau keluhan pengunjung)

5. Pengarah (dewan pembina)
a. Menampung masukan dari masyarakat desa sebagai bahan pengarahan kepada pengelola telecenter dalam menyusun rencana kerja pengelolaan telecenter dan pelaksanaannya
b. Membantu menyumbangkan pemikiran untuk keberlangsungan penyelenggaraan telecenter, mencarikan alternatif sumber dana dan pemasukan untuk menyelenggarakan kegiatan telecenter.
c. Membantu dan memfasilitasi terjalinnya kerjasama dengan pihak lain sebagai mitra potensial yang dapat memanfaatkan telecenter untuk memberikan informasi, layanan dan program bagi masyarakat.
d. Mendorong semua kelompok dan lapisan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas, layanan, dan program-program yang dilaksanakan di telecenter.
e. Turut aktif mensosialisasikan dan mempromosikan program telecenter dalam kapasitasnya masing-masing.
f. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program Telecenter.
- point a. bagaimana jika diganti seperti berikut (bersama pengelola/ketua pengelola/manager menyusun mekanisme, peraturan dan sanksi kepengelolaan demi tercipta dan terselenggaranya kepengelolaan Telecnter yang baik.

Pemilihan dan masa bakti pengelola
Personil pengelola telecenter dipilih oleh Tim yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah dan unsur Masyarakat. Penilaian calon personil memperhatikan kriteria kompetensi (rekrutmen) menurut jabatan yang akan diemban sebagai berikut:
1. Manajer
a. Memiliki kemampuan manajerial yang baik untuk mengelola dan mengembangkan telecenter
b. Memahami prospek pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (internet)
c. Mempunyai akseptabilitas di masyarakat dan dedikasi terhadap perkembangan telecenter
d. Mempunyai kredibilitas di masyarakat
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
f. Memiliki kemampuan memimpin dan berkomunikasi dengan masyarakat
2. Bagian Penatausahaan
a. Memahami tata administrasi perkantoran dan keuangan
b. Dapat mengoperasikan komputer minimal office
c. Mempunyai kredibilitas di masyarakat (tidak sedang diblack list perbankan dan polisi)
d. Mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
3. Bagian Teknis
a. Mempunyai akseptabilitas di masyarakat
b. Mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat
c. Mempunyai kredibilitas di masyarakat (tidak sedang diblack list perbankan dan polisi)
d. Dapat mengoperasikan komputer minimal office
e. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.
4. Operator
a. Memahami dan berkemampuan dibidang TIK
b. Memiliki dasar pendidikan atau berpengalaman dibidang informatika
c. Memahami secara teknis instalasi perangkat keras dan perangkat lunak
d. Memahami sistem operasi komputer dan internet
e. Memahami secara teknis perawatan komputer
f. Memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan telecenter kedepan menuju telecenter yang mandiri dan berkelanjutan.

Read more...
Free Website Hosting Free Website Hosting

tamu ke

Bzoone Real Estate Directorybillige Flyrejser og fly

pencarian anda

  © Blog template Shinydonks Oleh: Ponco BeeS 2008

Back to TOP